London, CompasBMR.com — Arsenal menutup paruh pertama musim Liga Inggris 2025/2026 dengan status pemuncak klasemen. Hingga 25 Desember 2025, tim asuhan Mikel Arteta mengoleksi 39 poin dari 17 pertandingan dan telah bertahan di puncak selama 10 pekan beruntun sejak menyalip Liverpool pada pekan ketujuh.
Meski memimpin, persaingan gelar masih terbuka lebar. Arsenal hanya unggul dua poin dari Manchester City di peringkat kedua dan tiga poin dari Aston Villa yang menempel ketat di posisi ketiga.
Secara performa, Arsenal menunjukkan konsistensi sepanjang paruh pertama musim. Organisasi permainan yang solid serta efektivitas di laga-laga krusial menjadi faktor utama keberhasilan mereka menjaga posisi teratas. Namun dalam tujuh pertandingan terakhir, The Gunners sempat mengalami penurunan performa sebelum kembali meraih dua kemenangan beruntun.
Catatan sejarah menjadi sorotan tersendiri. Arsenal belum pernah menjuarai Liga Inggris ketika memimpin klasemen di hari Natal. Dari empat kesempatan sebelumnya, Arsenal tiga kali finis sebagai runner-up dan satu kali mengakhiri musim di peringkat ketiga. Kondisi ini membuat tekanan terhadap Arteta dan skuadnya meningkat jelang paruh kedua kompetisi.
Selain tekanan persaingan, Arsenal juga dihadapkan pada masalah kebugaran pemain. Lini pertahanan menjadi sektor paling terdampak akibat badai cedera. Ben White dan Cristian Mosquera masih mengalami cedera pergelangan kaki, sementara Gabriel Magalhães bermasalah pada otot paha. Jurrien Timber juga diragukan tampil setelah mengalami cedera di laga liga terakhir.
Krisis tersebut terlihat saat Arsenal menghadapi Crystal Palace di perempat final Piala EFL. Arsenal bermain imbang 1-1 di waktu normal sebelum memastikan kelolosan melalui adu penalti. Dalam laga tersebut, Arteta harus merombak susunan lini belakang karena keterbatasan opsi pemain.
Absennya beberapa bek inti memaksa Arsenal melakukan rotasi dan menurunkan pemain dengan minim pengalaman. Kondisi ini berdampak pada stabilitas permainan, terutama dalam transisi bertahan.
Meski demikian, sebagian pemain bertahan diperkirakan tidak akan absen lama. Gabriel disebut berpeluang kembali sebelum akhir tahun, sementara White dan Mosquera ditargetkan pulih pada Januari 2026. Namun hingga kepastian pemulihan diperoleh, Arteta diperkirakan akan mengandalkan fleksibilitas taktik dan pemain serba bisa.
Situasi ini turut memunculkan spekulasi terkait aktivitas Arsenal di bursa transfer Januari. Klub disebut mempertimbangkan opsi mendatangkan bek tambahan untuk menjaga kedalaman skuad. Salah satu nama yang dikaitkan adalah bek muda AC Milan, Davide Bartesaghi.
Pemain berusia 19 tahun tersebut telah mencatat sembilan kali starter di Serie A musim ini dan mencetak dua gol. Namun Milan tidak berada dalam tekanan untuk melepas sang pemain setelah Bartesaghi menandatangani kontrak jangka panjang hingga 2030. Selain itu, keterbatasan ruang finansial Arsenal akibat aturan Financial Fair Play membuat perekrutan besar pada Januari dinilai sulit dilakukan.
Dengan jadwal padat pasca-Natal dan persaingan ketat di papan atas, Arsenal dihadapkan pada ujian berat untuk mempertahankan konsistensi hingga akhir musim. Keberhasilan mereka di paruh kedua kompetisi akan sangat bergantung pada pemulihan pemain cedera serta kemampuan menjaga performa di tengah tekanan perebutan gelar.(*/Red)












