Athena, CompasBMR.com – Pertandingan penuh drama tersaji di Stadion Olimpiade Athena, Jumat (3/10) dini hari waktu Indonesia Barat. Panathinaikos yang tampil sebagai tuan rumah harus menelan pil pahit setelah dikalahkan wakil Belanda, Go Ahead Eagles, dengan skor 2-1 pada matchday kedua fase grup Liga Europa 2025-2026.
Laga ini mendapatkan sorotan khusus dari publik Indonesia. Bek sayap keturunan Indonesia, D. James, tampil menawan dengan mencetak dua asis krusial yang membawa Eagles berbalik menang meski sempat tertinggal lebih dulu.
Dominasi Panathinaikos
Sejak awal pertandingan, Panathinaikos langsung menunjukkan dominasinya. Dukungan penuh puluhan ribu suporter fanatik membuat tim asal Yunani itu tampil percaya diri. Statistik mencatat, mereka menguasai bola hingga 64 persen dengan 33 percobaan tembakan, sembilan di antaranya tepat sasaran.
Gelombang serangan demi serangan digencarkan tuan rumah. Carol Swiderski, Fotis Ioannidis, hingga Benjamin Verbic bergantian menebar ancaman. Namun, kokohnya pertahanan Go Ahead Eagles membuat upaya itu kerap kandas.
Di sisi lain, Eagles memilih bermain lebih disiplin dan mengandalkan serangan balik cepat. James, yang diplot sebagai bek sayap kanan, berperan penting menjaga keseimbangan pertahanan sekaligus menjadi motor serangan balik tim tamu.
Babak pertama berjalan ketat. Panathinaikos berkali-kali menekan, namun barisan pertahanan Eagles tampil rapat. Skor 0-0 bertahan hingga turun minum.
Gol Cepat, Gol Balasan
Memasuki babak kedua, kebuntuan akhirnya pecah. Pada menit ke-55, Swiderski memanfaatkan umpan dari sisi sayap untuk menanduk bola ke gawang Eagles. Stadion pun bergemuruh, seakan kemenangan tuan rumah sudah di depan mata.
Namun, justru di saat dominasi Panathinaikos semakin kuat, Eagles menemukan momentum. Pada menit ke-75, James menusuk dari sisi kanan lalu melepaskan umpan silang akurat. Bola disambar Milan Smith yang lolos dari kawalan, dan dengan penyelesaian klinis ia mengubah skor menjadi 1-1.
Gol tersebut bukan hanya menyamakan kedudukan, tetapi juga mengubah jalannya pertandingan. Para pemain Eagles tampil lebih percaya diri dan mulai berani keluar menyerang.
Tujuh menit berselang, James kembali menjadi aktor utama. Ia mengirim umpan silang mendatar yang hampir identik dengan asis pertamanya. Smith lagi-lagi berada di posisi yang tepat untuk menyontek bola masuk ke gawang Panathinaikos. Skor 2-1 untuk Eagles.
Dua asis dalam tempo singkat dari James benar-benar menjadi pembeda. Publik tuan rumah terdiam, sementara pemain Eagles merayakan gol dengan penuh semangat. Hingga peluit panjang berbunyi, skor tidak berubah. Go Ahead Eagles berhasil mencuri kemenangan berharga di kandang lawan.
Kemenangan Bersejarah
Bagi Go Ahead Eagles, hasil ini menjadi kemenangan perdana mereka di Liga Europa musim ini. Dari dua laga, mereka kini mengoleksi tiga poin dan menempati posisi ke-5 klasemen grup. Meski belum aman, tambahan poin ini jelas menjadi modal penting untuk bersaing lebih jauh di kompetisi Eropa.
Kemenangan ini juga menjadi dorongan moral besar bagi Eagles yang sempat tampil tidak konsisten di kompetisi domestik Eredivisie. Dengan kepercayaan diri yang meningkat, mereka optimistis menatap laga selanjutnya melawan NEC Nijmegen pada Senin (6/10) dini hari WIB.
James Jadi Sorotan
Performa impresif James menjadi buah bibir. Pemain muda keturunan Indonesia itu membuktikan diri sebagai bek sayap modern yang piawai dalam menyerang maupun bertahan. Dua umpan yang berujung gol membuktikan keahliannya membaca permainan dan mengeksekusi peluang.
Media Belanda memberikan pujian atas konsistensi James di level Eropa, sementara di Indonesia, penampilannya menjadi kebanggaan tersendiri. Dua asis di kompetisi antarklub Eropa dianggap sebagai bukti nyata bahwa pemain keturunan Indonesia mampu bersaing di panggung besar.
“James menunjukkan bahwa dirinya bukan hanya sekadar pelengkap di skuad, tetapi benar-benar pemain penting yang bisa menentukan hasil pertandingan,” tulis salah satu media olahraga Belanda.
Implikasi untuk Timnas Indonesia
Bagi publik Tanah Air, performa James tentu menjadi kabar baik. Ia diprediksi akan kembali dipanggil membela timnas Indonesia pada jeda internasional bulan ini. Dua asis di Liga Europa diyakini memperkuat posisinya dalam skuad Garuda yang akan menghadapi Arab Saudi dan Irak di ajang kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Kemampuannya memberikan dimensi baru bagi timnas, terutama dalam membangun serangan dari lini belakang. James dinilai mampu memadukan ketangguhan bertahan dengan kreativitas menyerang—sesuatu yang kerap dibutuhkan Indonesia saat menghadapi lawan-lawan kuat di level Asia.
Kebanggaan untuk Indonesia
Tidak berlebihan jika pencapaian James di laga kontra Panathinaikos ini disebut sebagai salah satu momen bersejarah dalam kariernya sekaligus catatan penting kontribusi pemain Indonesia di kancah Eropa.
Dua asis penentu kemenangan atas tim sebesar Panathinaikos bukan hanya memperlihatkan kualitas individu James, tetapi juga memberi inspirasi bagi talenta muda Indonesia lainnya bahwa jalan menuju kompetisi elite Eropa terbuka lebar.
“Ini bukti nyata bahwa pemain Indonesia bisa bersaing di Eropa. James layak dijadikan contoh bagi generasi berikutnya,” ujar seorang pengamat sepak bola nasional.
Dengan penampilan konsisten bersama klubnya, James kini berada di jalur yang tepat untuk menorehkan karier lebih gemilang. Dan bagi Indonesia, setiap aksinya di lapangan hijau menjadi sumber kebanggaan sekaligus harapan.(**/Red)












