Pemerintah Suntik Likuiditas, BI Diminta Tak Serap Uang Kembali

Kamis, 11 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, CompasBMR.com  — Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mulai menempuh langkah agresif untuk menghidupkan kembali dua mesin utama ekonomi, yakni moneter dan fiskal. Hal ini dilakukan di tengah perlambatan pertumbuhan kredit, lemahnya penerimaan negara, dan risiko likuiditas yang ketat.

Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa memastikan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun yang selama ini mengendap di Bank Indonesia akan ditarik dan ditempatkan ke perbankan nasional. Dari total Rp425 triliun dana idle di BI, tahap pertama Rp200 triliun akan langsung dialirkan ke bank-bank kelompok Himbara.

“Kami meminta Bank Sentral agar tidak menyerap kembali dana ini. Tujuannya supaya likuiditas benar-benar masuk ke perekonomian dan mendorong kredit ke sektor riil,” ujar Purbaya di Jakarta, Rabu (10/9/2025).

Pertumbuhan Melambat

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2025 mencapai 5,12 persen (yoy). Angka ini masih solid, tetapi belum mampu melampaui capaian era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono yang rata-rata tumbuh 6 persen per tahun.

Dari sisi fiskal, realisasi pendapatan negara semester I 2025 mencapai Rp1.202,8 triliun atau sekitar 40 persen target APBN, turun 9 persen dibanding periode sama tahun lalu. Belanja negara baru terserap Rp1.406 triliun (38,8 persen target). Defisit APBN tercatat Rp204,2 triliun atau 0,84 persen dari PDB, masih dalam batas aman.

Di sektor moneter, pertumbuhan uang primer (M0 adjusted) pada Agustus 2025 tercatat 7,3 persen yoy, atau Rp1.961,3 triliun. Sementara pertumbuhan uang beredar luas (M2) berada di kisaran 5–7 persen yoy, relatif lebih rendah dibanding dekade lalu.

Adapun penyaluran kredit perbankan melambat signifikan. Per Juni 2025 pertumbuhan kredit masih 7,77 persen yoy, tetapi merosot ke 7,03 persen pada Juli, terendah sejak Maret 2022. Sejumlah lembaga memproyeksikan pertumbuhan kredit akhir tahun hanya berada pada kisaran 7–9 persen yoy.

Dorongan Fiskal

Untuk mempercepat belanja negara, pemerintah berencana menggelar jumpa pers bulanan bersama pimpinan kementerian/lembaga. Tim percepatan juga akan diturunkan untuk membantu instansi dengan penyerapan anggaran rendah. Fokus diarahkan pada tiga pos belanja besar yang dianggap paling strategis.

“Belanja pemerintah tidak boleh lagi menunggu akhir tahun. Harus segera terasa dampaknya di masyarakat dan sektor usaha,” kata Purbaya.

Harapan dan Risiko

Ekonom menilai, strategi penyuntikan dana dan percepatan belanja dapat menjadi pemicu agar sektor swasta kembali bergerak. Namun, sejumlah risiko masih membayangi, mulai dari inflasi impor akibat pelemahan rupiah, hingga rendahnya daya beli yang menekan permintaan kredit.

Jika langkah moneter dan fiskal dapat berjalan sinkron, pertumbuhan M0 diperkirakan bisa bertahan di kisaran 6–8 persen hingga akhir tahun, sedangkan M2 berada pada kisaran 5–8 persen yoy.

Pemerintah berharap langkah ini mampu mengembalikan kepercayaan pasar, menggerakkan sektor swasta, dan memperkuat fundamental ekonomi yang sempat melemah pada periode sebelumnya.(**/Red)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Pemda Boltim Dorong Warga Lokal Manfaatkan Projeck Geothermal PT PGE di Mooat
Wakil Bupati Boltim Argo V.S Hadiri Pertemuan dengan Wakil Duta Besar Belanda untuk Indonesia
Konsultasi Publik RIPPM PT ASA Digelar, Bupati Oskar Manoppo
Sinergi Pembangunan Nasional, Pemkab Boltim Koordinasikan Rencana Eksplorasi Panas Bumi Mooat bersama Pemprov Sulut
Boltim Luncurkan QRIS pada SPPT, Bayar PBB-P2 Kini Cukup Scan
Bupati Boltim Oskar Manoppo Teken Kesepakatan dengan PT NDC, Dorong Kolaborasi Pengembangan Pariwisata
BUMDes Ketahanan Pangan Lonsiow Motongkad Utara Kelola Peternakan Ayam, Sumbang PADes dan Perkuat Ketahanan Pangan Lokal
Bupati Boltim Oskar Manoppo Audiensi Bank SulutGo, Dorong Bangun Kantor di Tutuyan

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 12:23 WIB

Pemda Boltim Dorong Warga Lokal Manfaatkan Projeck Geothermal PT PGE di Mooat

Jumat, 17 Juli 2026 - 17:51 WIB

Wakil Bupati Boltim Argo V.S Hadiri Pertemuan dengan Wakil Duta Besar Belanda untuk Indonesia

Kamis, 9 Juli 2026 - 07:42 WIB

Konsultasi Publik RIPPM PT ASA Digelar, Bupati Oskar Manoppo

Sabtu, 20 Juni 2026 - 18:25 WIB

Sinergi Pembangunan Nasional, Pemkab Boltim Koordinasikan Rencana Eksplorasi Panas Bumi Mooat bersama Pemprov Sulut

Kamis, 11 Juni 2026 - 17:56 WIB

Boltim Luncurkan QRIS pada SPPT, Bayar PBB-P2 Kini Cukup Scan

Berita Terbaru

Boltim

UPTD KPH Perkuat Pengawasan HPT Mintu Boltim

Senin, 5 Okt 2026 - 00:16 WIB