CompasBMR.com, BOLTIM – Warga Desa Togid, Kecamatan Tutuyan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), yang terdampak banjir sejak beberapa hari terakhir, kini menghadapi kesulitan baru: tidak tersedianya dapur umum untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.
Hingga Rabu (1/5/2025), para pengungsi yang bertahan di lokasi-lokasi aman masih belum mendapatkan akses fasilitas dapur umum yang layak. Banyak dari mereka terpaksa mengandalkan makanan instan, sementara logistik yang tersedia juga terbatas.
“Yang kami butuhkan sekarang adalah dapur darurat. Kami tidak bisa memasak karena peralatan hanyut, dan tidak ada tempat yang layak untuk memasak bersama,” ujar Yuni Tolas salah satu warga yang mengungsi bersama keluarganya.
Menurut keterangan sejumlah warga, genangan air sudah surut, namun kondisi lingkungan masih becek dan kotor. Saat ini, ASN,TNI,POLRI dan masyarakat secara swadaya sedang membersihkan sisa-sisa lumpur dan kotoran yang terbawa banjir. Aktivitas warga pun masih terganggu, terutama dalam hal memenuhi kebutuhan pangan.
Mereka berharap ada inisiatif dari pemerintah daerah, lembaga sosial, maupun masyarakat umum untuk membantu menyediakan fasilitas dapur darurat.
Dapur darurat dinilai sangat penting untuk menjamin kebutuhan pangan bagi para korban banjir, khususnya anak-anak, lansia, dan ibu menyusui. Selain itu, keberadaan dapur umum juga dapat meringankan beban warga yang saat ini kehilangan peralatan dapur dan bahan makanan.
“Kami tidak bisa hanya mengandalkan bantuan makanan siap saji. Kalau ada dapur darurat, kami bisa masak bersama dan menjaga semangat gotong royong,” tambah Rina.
Sementara itu, Sangadi Togid Felli Mokoginta dan relawan setempat terus berkoordinasi untuk mendata kebutuhan yang paling mendesak bagi warga. Selain dapur umum, kebutuhan lain yang saat ini dibutuhkan mencakup air bersih, selimut, obat-obatan, dan perlengkapan bayi.
Hingga kini pemerintah kabupaten terus berupaya mempercepat penanganan di lapangan. “Kami juga mengajak masyarakat, komunitas, dan organisasi kemanusiaan untuk bersama-sama membantu saudara-saudara kita di Togid,” ujarnya.
Banjir yang terjadi akibat curah hujan tinggi sejak akhir pekan lalu telah menyebabkan puluhan rumah terendam dan memaksa sejumlah keluarga mengungsi. Hingga kini, belum ada laporan korban jiwa, namun kerugian material diperkirakan cukup besar.
Warga berharap, dengan adanya perhatian dari berbagai pihak, kebutuhan dasar mereka dapat segera terpenuhi dan proses pemulihan pasca-banjir bisa berjalan lebih cepat.
Driks












