BOLTIM, CompasBMR.com – Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Oskar Manoppo, S.E., M.M., melakukan peninjauan langsung ke lokasi rencana relokasi masyarakat yang saat ini bermukim di wilayah Panang, Desa Kotabunan, Kecamatan Kotabunan. Kamis (8/5/25)
Peninjauan ini merupakan bagian dari langkah awal pemerintah daerah dalam memastikan kelayakan lokasi yang akan dijadikan tempat tinggal baru bagi warga. Dalam kunjungan tersebut, Bupati Oskar Manoppo didampingi oleh sejumlah pejabat teknis dari pemerintah daerah, serta perwakilan dari perusahaan tambang PT Arafura Surya Alam (PT ASA) yang menjadi mitra dalam program ini.
Menurut Bupati, rencana relokasi ini muncul sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan lingkungan, sekaligus untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang tinggal di sekitar area tambang. Pemerintah memastikan bahwa setiap proses berjalan sesuai dengan aturan dan memperhatikan kepentingan masyarakat.
“Relokasi ini bukan hanya soal pemindahan tempat tinggal, tapi juga soal memberikan kehidupan yang lebih layak. Oleh karena itu, kami harus pastikan lahannya aman, nyaman, dan memiliki akses infrastruktur dasar,” ujar Oskar Manoppo di sela-sela peninjauan, Kamis (tanggal kunjungan, jika tersedia).
PT ASA selaku pihak yang menyediakan lahan dan pembangunan rumah bagi warga menyatakan komitmennya untuk mendukung program ini. Perusahaan menyebut relokasi akan dilakukan secara bertahap dengan tetap berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat yang terdampak.
“Ini bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) kami. Kami ingin agar masyarakat yang sebelumnya tinggal dekat area operasional kami bisa hidup dengan lebih aman dan nyaman,” jelas perwakilan PT ASA.
Lokasi yang disiapkan berada di luar area potensi risiko aktivitas pertambangan dan akan dilengkapi dengan sarana dasar seperti akses jalan, jaringan listrik, serta sumber air bersih. Pemerintah juga berencana membangun fasilitas umum seperti sekolah dan pusat kesehatan di sekitar permukiman baru.
Warga Panang yang nantinya akan direlokasi disebut menyambut baik rencana ini. Namun, sejumlah tokoh masyarakat menyampaikan harapan agar proses sosialisasi dilakukan secara transparan dan melibatkan warga secara aktif.
Pemerintah Kabupaten Boltim menegaskan bahwa tidak ada unsur pemaksaan dalam proses relokasi ini. Pendekatan persuasif dan partisipatif menjadi kunci keberhasilan program yang menyentuh langsung kehidupan warga.
Dengan peninjauan awal ini, diharapkan proses relokasi dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, baik dari sisi keamanan, kenyamanan, maupun kesejahteraan. (Dricks)












