Drama Jelang Babak Keempat Kualifikasi Piala Dunia, Indonesia Ditekan Negara Timur Tengah

Minggu, 21 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

Jakarta, CompasBMR.com— Drama kembali mewarnai perjalanan Timnas Indonesia jelang dimulainya babak keempat kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Protes demi protes yang dilayangkan PSSI terhadap keputusan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) membuat sejumlah negara Timur Tengah bereaksi keras. Bahkan, muncul wacana ekstrem agar Indonesia dikeluarkan dari keanggotaan AFC.

Ketegangan ini menambah panas persaingan di level Asia, di mana Indonesia kini mulai dipandang sebagai kekuatan baru yang berpotensi mengganggu dominasi tim-tim Timur Tengah.

Penunjukan Wasit Jadi Sorotan

Polemik bermula ketika AFC menunjuk wasit asal Timur Tengah untuk memimpin laga penting antara Arab Saudi dan Indonesia. PSSI menilai keputusan itu berpotensi merugikan Indonesia, mengingat pengalaman pahit sebelumnya ketika menghadapi Bahrain.

“Protes yang kami lakukan bukan tanpa alasan. Kami ingin semua pihak mendapatkan perlakuan adil, tidak ada tim yang diuntungkan hanya karena faktor kedekatan dengan AFC,” ujar salah satu pejabat PSSI. Minggu (21/9/25).

Meski demikian, AFC tetap bergeming. Keputusan wasit tak diubah, dan protes Indonesia tidak mendapat tanggapan serius.

Saudi Jadi Tuan Rumah, Indonesia Meradang

Kontroversi semakin memuncak ketika AFC menunjuk Arab Saudi sebagai tuan rumah babak keempat kualifikasi. Status tuan rumah jelas memberi keuntungan besar bagi “Singa Padang Pasir”, mulai dari dukungan suporter hingga adaptasi kondisi cuaca.

Indonesia pun kembali melayangkan protes. Namun, sama seperti sebelumnya, suara Garuda tak digubris. Situasi ini membuat publik sepak bola nasional menilai AFC cenderung berpihak kepada negara-negara Timur Tengah.

Negara Timur Tengah Balik Menekan

Rangkaian protes dari PSSI ternyata menimbulkan reaksi keras. Sejumlah federasi Timur Tengah disebut mulai mendorong AFC agar mempertimbangkan langkah drastis: mengeluarkan Indonesia dari keanggotaan.

Meskipun langkah itu sulit diwujudkan karena harus melalui mekanisme panjang, namun wacana ini memperlihatkan adanya ketegangan politik sepak bola di Asia. Jika benar terjadi, hal itu berpotensi memecah AFC menjadi dua kubu besar.

Opsi yang Sulit: OFC atau AFC Tandingan

Jika Indonesia benar-benar dikeluarkan, muncul opsi untuk pindah ke konfederasi lain, misalnya Oceania (OFC). Beberapa suporter bahkan mendorong agar Indonesia bergabung dengan OFC demi mendapat jalur lebih mudah menuju Piala Dunia.

Namun, PSSI menolak keras gagasan tersebut. Sekjen PSSI Yunus Nusi menegaskan Indonesia akan tetap bertahan di AFC.

“Kami belum berpikir ke sana. PSSI secara objektif melihat situasi ini. Tidak boleh ada respons emosional. Apapun tekanannya, kami tetap bersama AFC,” kata Yunus Nusi dikutip dari CNN Indonesia.

Alternatif lain adalah membentuk konfederasi tandingan bersama negara-negara Asia Timur, Asia Tenggara, dan Asia Selatan. Skenario ini dinilai lebih realistis ketimbang pindah ke Oceania, karena wilayah Asia yang sangat luas seharusnya memang bisa dibagi menjadi dua konfederasi.

Jika opsi ini terealisasi, maka AFC bagian Barat akan dihuni negara-negara Timur Tengah dan Asia Tengah, sementara AFC bagian Timur akan diisi Jepang, Korea Selatan, negara-negara Asia Tenggara, serta Asia Selatan.

Dukungan Negara Lain untuk Indonesia

Meski ditekan oleh aliansi Timur Tengah, Indonesia tidak sepenuhnya sendirian. Beberapa negara Asia lain mulai menunjukkan dukungan. Jepang misalnya, pernah dirugikan oleh keputusan kontroversial saat menghadapi Bahrain, sehingga mereka memahami posisi Indonesia.

Thailand juga memberi sinyal dukungan. Kekalahan mereka dari Irak di laga terakhir disertai insiden keras terhadap bintang mereka, Chanathip Songkrasin. Thailand berharap Indonesia bisa menjadi penantang baru yang memberi perlawanan nyata terhadap tim-tim Timur Tengah.

Pertarungan Berat di Babak Keempat

Di lapangan, perjuangan Timnas Garuda juga tidak mudah. Indonesia harus berhadapan dengan Arab Saudi dan Irak, dua kekuatan besar dari Jazirah Arab yang dikenal sarat pengalaman di kualifikasi Piala Dunia.

Drama nonteknis seperti penunjukan wasit dan penentuan tuan rumah diprediksi akan terus mewarnai perjalanan Indonesia. Namun, PSSI berjanji tetap menjaga konsistensi dalam memperjuangkan keadilan.

“Yang terpenting, Indonesia tidak tinggal diam. Kami terus berjuang agar sepak bola Asia benar-benar menjunjung sportivitas,” tegas PSSI.

Potensi Perpecahan AFC

Jika konflik terus berlanjut, FIFA bisa saja turun tangan. Potensi perpecahan AFC menjadi dua konfederasi akan terbuka lebar, sebagaimana pernah terjadi di kawasan Amerika yang terbagi antara CONCACAF dan CONMEBOL.

Pembentukan AFC tandingan bahkan dianggap sebagai solusi paling adil bagi negara-negara Asia Timur dan Asia Tenggara yang selama ini merasa dirugikan. Dengan begitu, dominasi Timur Tengah tidak lagi mendikte jalannya kompetisi di level Asia.

Penutup

Drama jelang babak keempat kualifikasi Piala Dunia ini bukan hanya soal pertandingan, melainkan juga mencerminkan politik sepak bola Asia yang kian memanas. Indonesia, meski dianggap pendatang baru, berhasil memantik perdebatan besar dengan sikap berani melawan dominasi Timur Tengah.

Apapun hasilnya nanti, Garuda sudah menorehkan pesan jelas: bahwa keadilan dalam sepak bola harus ditegakkan, dan tidak ada tim yang boleh diuntungkan hanya karena kedekatan politik dengan konfederasi.(**/Fah)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Oskar Manoppo Tutup Open Turnamen “Bupati Boltim Cup 2026” Jilid 2 di Tutuyan
Bupati Oskar Manoppo Pimpin Jalan Sehat Sambut HUT ke-18 Boltim
Motongkad FC Tumbangkan  Bogani Putra 5-0, Pastikan Tiket ke Babak Selanjutnya 
Tutuyan City Pesta Gol, Viktor Ambo Cetak Quintrick Antar Timnya Lolos
Burako Alason Gilas JBS Jiko Port 11-0, Erdin Dalie Cetak Hattrick
Owen Cetak Hattrick Bawa Gold JalBar FC Meraih Kemenangan 4-1 atas TIDAR FC di Bupati CUP Boltim
Semangat Juara, Boltim Bangkit: Bupati Resmikan Turnamen Bupati Cup II
Bupati Oskar Manoppo Resmikan Lapangan Tenis Pengadilan Agama Tutuyan

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 11:55 WIB

Oskar Manoppo Tutup Open Turnamen “Bupati Boltim Cup 2026” Jilid 2 di Tutuyan

Jumat, 17 Juli 2026 - 08:40 WIB

Bupati Oskar Manoppo Pimpin Jalan Sehat Sambut HUT ke-18 Boltim

Jumat, 26 Juni 2026 - 20:44 WIB

Motongkad FC Tumbangkan  Bogani Putra 5-0, Pastikan Tiket ke Babak Selanjutnya 

Kamis, 25 Juni 2026 - 20:04 WIB

Tutuyan City Pesta Gol, Viktor Ambo Cetak Quintrick Antar Timnya Lolos

Rabu, 24 Juni 2026 - 19:37 WIB

Burako Alason Gilas JBS Jiko Port 11-0, Erdin Dalie Cetak Hattrick

Berita Terbaru