CompasBMR.com, BOLTIM – Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, menunjukkan kepedulian terhadap warga terdampak banjir yang melanda Desa Togid, Kecamatan Tutuyan, dengan ikut serta dalam penyaluran bantuan kemanusiaan.
Berdasarkan pantauan CompasBMR.com pada Rabu (30/4/2025) di Lantai 1 Kantor Bupati Boltim, para kader Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) tampak antusias menjalankan tugas kemanusiaan. Mereka membantu pemerintah daerah menyalurkan berbagai kebutuhan pokok, seperti sembako, pakaian, dan perlengkapan darurat lainnya.

Kegiatan kemanusiaan ini dipimpin langsung oleh Sekretaris GP Ansor Boltim, Sahabat Wira Suma, bersama Ketua PAC Tutuyan, Kader Alhabsy, serta kader lainnya seperti Sahabat Nazril Lakoro, Hendra Kiu, dan Muhammad Riswan Hulalata.
“Ini adalah bentuk nyata solidaritas kami terhadap masyarakat yang sedang mengalami musibah. Kami hadir untuk membantu meringankan beban saudara-saudara kita di Desa Togid,” ujar Wira Suma saat ditemui di lokasi distribusi bantuan.
Tak hanya dari PAC Tutuyan, GP Ansor dari wilayah lain seperti Motongkad dan Nuangan juga turut andil. Mereka melakukan aksi penggalangan dana guna mendukung upaya pemulihan pasca-banjir di Desa Togid.

Banjir yang terjadi pada Selasa (29/4/2025) sekitar pukul 16.20 hingga 19.00 WITA itu disebabkan oleh hujan deras disertai angin kencang dan petir. Berdasarkan laporan resmi BPBD Boltim, sebanyak 198 kepala keluarga (KK) atau 325 jiwa terdampak di Desa Togid. Sebanyak 71 rumah tergenang, delapan di antaranya mengalami kerusakan berat. Selain itu, satu fasilitas umum berupa masjid juga terdampak.

Hingga malam hari, air masih menggenangi sejumlah rumah warga dan pendataan dampak masih terus dilakukan. Bantuan yang dibutuhkan secara mendesak antara lain makanan siap saji, air mineral, tikar, selimut, peralatan dapur, serta alat pembersih rumah seperti sekop, cangkul, dan gerobak.
GP Ansor Boltim berkomitmen akan terus membantu proses pemulihan hingga kondisi benar-benar membaik. Koordinasi dengan pemerintah daerah dan relawan lainnya akan terus dilakukan demi efektivitas penyaluran bantuan dan pemulihan pasca-bencana.
Driks












