CompasBMR.com, BOLTIM – Kelompok-kelompok nelayan di Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara menyalurkan bantuan berupa ikan segar ke posko penanggulangan bencana alam di Desa Togid. Penyerahan bantuan ini dilakukan melalui koordinasi dengan Dinas Perikanan Boltim sebagai bentuk solidaritas terhadap para korban yang terdampak.
Bantuan tersebut diserahkan langsung ke posko bantuan pada Rabu (30/4/2025) sore, dan disambut oleh petugas posko serta warga sekitar. Kepala Dinas Perikanan Boltim Har menyampaikan apresiasi yang tinggi atas inisiatif para nelayan yang turut peduli terhadap kondisi sosial dan kemanusiaan di wilayahnya.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh kelompok nelayan di Kotabunan yang telah menyumbangkan ikan segar untuk saudara-saudara kita di Togid. Ini adalah bentuk kepedulian luar biasa yang patut diapresiasi dan dicontoh,” ujar Kepala Dinas Perikanan Boltim.
Tak hanya menyampaikan rasa terima kasih, Kadis Perikanan Boltim Har juga menyampaikan harapannya agar kelompok nelayan lain di wilayah Boltim dapat ikut ambil bagian.
“Kami berharap kelompok-kelompok nelayan lainnya juga turut berpartisipasi. Bantuan dalam bentuk apapun, terutama hasil laut seperti ikan, sangat dibutuhkan di posko-posko bencana,” tambahnya.
Bantuan ini juga tidak lepas dari peran masyarakat yang aktif mendukung, di antaranya Ibu Mirna Domili dan Alma Laode, yang disebut turut berkontribusi dalam penggalangan dan distribusi bantuan. Pemerintah daerah berharap, semangat berbagi dan gotong royong ini akan terus tumbuh di tengah masyarakat, khususnya dalam menghadapi situasi darurat seperti bencana alam.
Selain kelompok nelayan dari Kotabunan, kelompok nelayan desa lainnya juga menyatakan komitmennya untuk turut berkontribusi dalam bentuk yang sama. Koordinator lapangan menyebut bahwa bantuan tambahan dari kelompok nelayan akan segera dijemput untuk kemudian disalurkan ke posko-posko bantuan yang membutuhkan.
Penyaluran bantuan ini menjadi bukti nyata bahwa peran masyarakat lokal, khususnya komunitas nelayan, sangat penting dalam mendukung upaya tanggap darurat bencana. Tidak hanya mengandalkan pemerintah, kekuatan solidaritas warga menjadi modal utama dalam merespons situasi krisis.
Salah satu perwakilan nelayan, dalam keterangannya, mengatakan bahwa bantuan ini merupakan wujud syukur atas hasil laut yang mereka dapatkan, dan sebagai bentuk empati terhadap mereka yang tengah kehilangan rumah dan harta benda akibat bencana.
“Kami hanya bisa bantu sebisanya. Semoga ikan-ikan ini bisa memberi tenaga dan harapan kepada saudara-saudara kita yang sedang menghadapi cobaan,”ujar nelayan tersebut.
Inisiatif ini juga disambut positif oleh warga Togid. Mereka merasa terbantu, terutama dalam kebutuhan pangan sehari-hari yang cukup terbatas sejak terjadinya bencana.
Aksi kemanusiaan seperti ini diharapkan bisa terus berlanjut dan menginspirasi komunitas lain untuk turut peduli terhadap sesama.
Driks












