Tutuyan, CompasBMR.com – Pemkab Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara (Sulut) menegaskan komitmennya untuk mempertahankan predikat Kabupaten Layak Anak (KLA) melalui penguatan sinergi antar‑perangkat daerah dan pelaksanaan program yang berdampak langsung kepada anak.
Pernyataan ini disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Boltim, Muh. Iksan Pangalima, saat mengikuti kegiatan Penguatan KLA Provinsi Sulawesi Utara secara daring, Jumat (19/6/2026).
Kegiatan yang difasilitasi Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Daerah (DP3AD) Provinsi Sulawesi Utara itu menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan KLA.
Kepala DP3AD Provinsi, Dr. Ir. Tienneke Adam, M.Si., mengingatkan bahwa penilaian KLA tidak cukup sekadar dokumen administratif, melainkan harus tercermin dalam bukti implementasi di lapangan, seperti berita acara pertemuan dan tindak lanjut program.
“KLA bukan hanya tentang SK atau dokumen, tetapi tentang bukti nyata di lapangan yang menunjukkan anak-anak benar-benar mendapatkan hak dan perlindungan,”kata Tienneke Adam saat memberikan arahan.
Menjawab arahan itu, Sekretaris Daerah Muh. Iksan Pangalima menyatakan Pemkab Boltim berkomitmen memperkuat koordinasi antar-OPD dan mitra pemangku kepentingan untuk memastikan kebijakan dan program ramah anak dapat diimplementasikan secara berkelanjutan. Ia menekankan pentingnya monitoring dan dokumentasi sebagai bagian dari persiapan evaluasi KLA.
“Kami berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi antar-instansi guna memastikan kebijakan ramah anak dapat diimplementasikan secara berkelanjutan dan manfaatnya dirasakan oleh masyarakat,”ujar Iksan Pangalima.
Hadir mendampingi Sekretaris Daerah dalam rapat daring tersebut sejumlah pimpinan perangkat daerah terkait, antara lain Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik, Kepala Bappeda, serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah. Kehadiran mereka menunjukkan upaya integrasi kebijakan lintas sektor dalam membangun lingkungan yang layak bagi anak.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut surat dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kementerian PPPA) RI yang meminta fasilitasi penguatan KLA. Pemerintah provinsi mendorong seluruh kabupaten/kota di Sulawesi Utara meningkatkan kualitas evaluasi dan capaian KLA melalui pembinaan dan koordinasi teknis.
Para pejabat berharap, dengan peningkatan sinergi dan bukti pelaksanaan program yang lebih terstruktur, Kabupaten Boltim dapat mempertahankan atau meningkat status KLA dan memastikan pemenuhan hak anak serta perlindungan yang lebih baik di masa mendatang.












