CompasBMR.com – Di bawah asuhan Luis De La Fuente, tim nasional Spanyol tampil konsisten dan mulai digadang-gadang sebagai salah satu kandidat juara Piala Dunia 2026. Konsistensi ini lahir dari kejelian sang pelatih meramu skuad dengan kedalaman terbaik serta keberanian mengambil keputusan penting.
De La Fuente melakukan gebrakan sejak awal dengan merombak skuad La Furia Roja. Beberapa pemain era Luis Enrique seperti Isco, Pau Torres, Marco Asensio, Ansu Fati, dan Borja Mayoral tidak lagi menjadi bagian tim.
Ia juga mengurangi ketergantungan pada pemain Real Madrid dan Barcelona, bahkan sempat tidak memanggil satu pun pemain Real Madrid pada jeda internasional November 2024—sebuah langkah langka dalam tiga tahun terakhir. Dari Barcelona, hanya Pedri dan Lamine Yamal yang menjadi andalan.
“Yang terpenting bagi saya adalah keharmonisan tim, bukan asal klub pemain,” tegas De La Fuente.
Keputusan itu terbukti tepat. Spanyol keluar sebagai juara Euro 2024 dengan status tim termuda di turnamen. Bakat-bakat muda seperti Lamine Yamal—yang meraih penghargaan pemain muda terbaik—Nico Williams, Dani Olmo, dan Fermin Lopez menjadi motor permainan.
Namun, De La Fuente tetap berhati-hati, hanya memanggil pemain yang benar-benar siap. Joan Garcia dan Goncalo Garcia yang sedang naik daun misalnya, belum dipanggil karena dinilai masih perlu jam terbang.
Skuad muda itu tetap ditopang sejumlah pemain senior seperti Rodri, Fabian Ruiz, Marco Correa, dan Alvaro Morata, sehingga keseimbangan pengalaman dan energi muda tetap terjaga.
Meski sempat kecewa karena gagal menjuarai UEFA Nations League usai dikalahkan Portugal, Spanyol menunjukkan mentalitas kuat. Mereka bangkit di kualifikasi Piala Dunia dengan performa meyakinkan, menegaskan efektivitas racikan strategi Luis De La Fuente.(**/Red)












