Boltim, COMPASBMR.COM – Balita (0-2 thn) penderita stunting di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) sejauh ini ternyata masih terbilang cukup tinggi.
Hasil rangkuman COMPASBMR.COM, Rabu 18 Januari 2023, melalui sumber dari Bidang Gizi Dinas Kesehatan (DinKes) menerangkan bahwa angka balita penderita Stunting sesuai rekapan terakhir pada bulan Agustus tahun 2022 lalu sekitar 385 anak atau 6,669 persen.
”Angka ini turun karena sebelumnya berada dikisaran 469 anak atau 7 persen lebih,”kata Agung staf di Bidang Gizi.
Menurut Agung, angka penderita stunting tersebut menyebar pada wilayah tuju Kecamatan di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Dalam melakukan rekapan pihaknya biasanya menggunakan aplikasi Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM) sementara kalau di Kementrian Kesehatan menggunakan aplikasi Survei Status Gizi Indonesia (SSGI).
”Lewat aplikasi ini datanya ril dan bisa diambil setip bulanya.”ungkapnya.
Agung menjelaskan, dalam melakukan kegiatan pendataan terhadap balita penderita stunting biasanya setiap enam bulan atau persemester oleh pihak Pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas).
”Iya sejauh ini kami belum ada data update dari Puskesmas, karena kegiatan pendataan stunting nanti dilakukan pada bulan februari nanti,”ujarnya.
Lanjut Agung, dalam menekan angka peningkatan kasus ini pihak Dinkes bersama OPD lainya sudah melakukan berbagai upaya intervensi dengan melakukan pemantaun dilapangan sebulan sekali bahkan lebih.
‘Kalau dari Dinkes bila ditemukan langsung di intervensi dengan pemberian asupan gizi berupa susu serta obat-obat vitamin terhadap balita kena stunting. Sementara bagi SKPD teknis lainnya contoh bila ada keluarga beresiko terkena stunting yang masuk kategori rumahnya tak ada jamban itu dikasih oleh Dinas PU-PRASKIM,”tambahnya.
Beikut Progres Stunting Kabupaten Bolaang Mongondow Timur 2022 ;

Peliput/Editor : Mudrik Mamonto












