Tutuyan, CompasBMR.com – Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara (Sulut), tak gentar hadapi tekanan fiskal. Bupati Oskar Manoppo giat kejar dukungan anggaran pusat untuk lanjutkan pembangunan infrastruktur, meski APBD tahun 2026 ini terpotong Rp167 miliar akibat kebijakan nasional.
Pengakuan itu disampaikan Bupati Oskar saat hadiri Halal Bihalal dengan warga Desa Paret Bersatu, Tutuyan, Senin (20/4/2026). Ia blak-blakan ungkap kondisi keuangan daerah yang kian sulit.
“Kita harus jujur pada masyarakat. Pembangunan infrastruktur dari APBD Boltim memang terbatas karena anggaran turun signifikan. Siapa pun pemimpinnya, ruang gerak terbatas,” kata Oskar.
Namun, keterbatasan tak hentikan langkah. Pemkab Boltim aktif lobi pemerintah provinsi dan kementerian, termasuk di Musrenbang tingkat provinsi.
Hasilnya, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) beri dukungan program strategis.
Antara lain, Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) untuk 452 unit rumah serta 500 unit rumah subsidi di lahan HGU Desa Tutuyan. Total 952 unit hunian ini alihkan beban dari APBD ke APBN.
Bupati juga minta maaf atas keterbatasan pembangunan. “Ini bentuk kejujuran dan komitmen cari solusi agar pembangunan Boltim terus jalan,” tegasnya.
Strategi proaktif ini jadi contoh efektif hadapi efisiensi anggaran nasional yang ganjari daerah lain di Indonesia.***












