Manado, CompasBMR.com – Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) mencatatkan capaian penting dalam penguatan ekonomi desa. Sebanyak 100 persen desa di Boltim telah melaksanakan Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) sebagai langkah awal pembentukan Koperasi Merah Putih (KMP).
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Boltim, Oskar, saat menghadiri acara Peluncuran dan Dialog Pembentukan Koperasi Merah Putih di Manado, Sabtu (31/5/2025).
“Capaian ini bukan hanya angka, tapi cerminan komitmen desa-desa di Boltim dalam membangun kemandirian ekonomi berbasis partisipasi masyarakat,” ujar Oskar.
Musdesus menjadi tahapan krusial dalam membentuk Koperasi Merah Putih yang digagas sebagai wadah ekonomi produktif dan inklusif. Kehadiran koperasi ini diharapkan dapat memperkuat peran desa sebagai aktor utama dalam membangun ekonomi rakyat.
“Kami ingin menghadirkan kebijakan yang membumi dan berpihak pada kebutuhan nyata masyarakat. Dari desa kita bangkit, bersama rakyat kita bergerak,” tambah Oskar.
Koperasi Merah Putih merupakan inisiatif strategis yang melibatkan desa secara langsung sebagai basis gerakan ekonomi. Dengan pendekatan partisipatif, koperasi ini dirancang untuk menjawab tantangan akses modal, distribusi hasil pertanian, serta peningkatan kesejahteraan warga desa.
Komitmen Pemkab Boltim dalam mendorong ekonomi desa dinilai sebagai langkah progresif di tengah upaya memperkuat ekonomi kerakyatan pascapandemi. Keterlibatan aktif seluruh desa juga menjadi indikator kuat bahwa program ini mendapat dukungan luas dari masyarakat.
Peluncuran KMP di Manado dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk perwakilan pemerintah pusat, tokoh koperasi, akademisi, dan perwakilan desa dari berbagai daerah di Sulawesi Utara.
Dengan capaian ini, Boltim menjadi salah satu kabupaten di Sulawesi Utara yang paling siap dalam mengimplementasikan program Koperasi Merah Putih secara menyeluruh. (Dricks)












