Modayag Barat, CompasBMR.com – Udara pagi di Desa Bongkudai, Kecamatan Modayag Barat, Minggu (14/09/25) dipenuhi suasana penuh syukur dan kebahagiaan. Ratusan warga dari berbagai penjuru desa berkumpul dengan hati ikhlas untuk menyaksikan momen bersejarah: peletakan batu pertama pembangunan Masjid Darul Ullum oleh Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Oskar Manoppo.
Acara sakral tersebut berlangsung khidmat dan penuh makna. Pemerintah desa, panitia pembangunan, tokoh agama, hingga masyarakat setempat hadir memberikan doa dan dukungan. Mereka menyadari, masjid yang akan dibangun bukan sekadar bangunan fisik, melainkan pusat kehidupan spiritual, pendidikan, dan kebersamaan umat.
Pesan Bupati: Masjid sebagai Pusat Iman dan Persaudaraan
Dalam sambutannya, Bupati Oskar Manoppo menegaskan bahwa pembangunan rumah ibadah merupakan wujud nyata komitmen pemerintah daerah untuk menjaga iman, harmoni, dan kerukunan umat beragama di Kabupaten Boltim.
“Pemerintah sangat merespon segala bentuk pembangunan rumah ibadah, baik masjid maupun gereja. Karena tempat ibadah adalah pusat pembinaan iman, moral, dan persaudaraan umat,” ujar Bupati dengan penuh ketulusan.
Bupati juga memberikan dorongan agar panitia pembangunan bekerja dengan terencana. Ia memastikan bahwa pemerintah siap memberi dukungan sesuai prosedur dan mekanisme yang ada.
“Saya minta panitia segera memasukkan proposal resmi, agar bisa masuk dalam perencanaan anggaran tahun 2026. Insya Allah, kita bersama-sama mewujudkan masjid ini sebagai rumah Allah yang akan menjadi pusat kebaikan dan keberkahan bagi masyarakat Bongkudai,”tegasnya.
Kehadiran Pejabat Daerah, Wujud Dukungan Pemerintah
Acara peletakan batu pertama tersebut juga dihadiri oleh sejumlah pejabat penting Kabupaten Boltim. Di antaranya Ketua DPRD Boltim, Samsudin Dama; Sekretaris Daerah, M. Iksan Pangalima; para asisten dan tenaga ahli Bupati; serta jajaran pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).
Kehadiran mereka menjadi simbol nyata bahwa pembangunan Masjid Darul Ullum mendapat dukungan penuh dari seluruh unsur pemerintahan. Hal ini juga memperlihatkan bahwa program pembangunan keagamaan bukan hanya urusan kelompok tertentu, tetapi merupakan tanggung jawab bersama demi menciptakan masyarakat Boltim yang damai, harmonis, dan sejahtera.
Masjid, Pusat Kehidupan Umat
Bagi masyarakat Bongkudai, pembangunan Masjid Darul Ullum memiliki arti yang sangat mendalam. Selama ini, kegiatan keagamaan dilakukan di masjid desa yang sudah tidak lagi memadai menampung jamaah, khususnya pada bulan Ramadan dan hari-hari besar Islam. Kehadiran masjid baru diharapkan menjadi solusi atas kebutuhan ruang ibadah sekaligus menjadi pusat pembinaan umat.
Tokoh agama Desa Bongkudai, Ustaz Ahmad Taha, menyampaikan rasa syukurnya atas dukungan pemerintah dalam pembangunan rumah Allah ini.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bupati Oskar Manoppo yang berkenan hadir langsung meletakkan batu pertama. Ini menjadi motivasi bagi kami semua untuk bergotong royong menyelesaikan pembangunan masjid yang akan menjadi kebanggaan umat di Bongkudai,” ungkapnya.
Semangat Gotong Royong dan Kebersamaan
Pembangunan Masjid Darul Ullum juga menggambarkan kuatnya budaya gotong royong masyarakat Boltim. Sejak wacana pembangunan ini bergulir, warga secara sukarela memberikan tenaga, waktu, dan bahkan sebagian harta mereka demi terwujudnya masjid yang megah.
Ketua Panitia Pembangunan, H. Ismail Mokodompit, menuturkan bahwa semangat kebersamaan inilah yang akan menjadi modal utama keberhasilan pembangunan.
“Kami yakin, dengan dukungan pemerintah dan partisipasi masyarakat, masjid ini bisa segera berdiri. Bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan pendidikan Al-Qur’an, majelis taklim, dan kegiatan sosial kemasyarakatan,” ujarnya penuh optimisme.
Makna Spiritual dan Sosial
Peletakan batu pertama yang dilakukan oleh Bupati Oskar bukan hanya simbol dimulainya pembangunan fisik, tetapi juga menandai lahirnya semangat baru masyarakat Bongkudai untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Dalam pandangan tokoh adat setempat, pembangunan masjid ini juga diyakini akan membawa keberkahan bagi desa. Selain memperkuat kehidupan beragama, masjid juga akan menjadi pusat persatuan di tengah masyarakat yang majemuk.
“Masjid adalah rumah Allah, tempat kita menyatukan hati dan doa. Dengan berdirinya Masjid Darul Ullum, kami berharap lahir generasi muda yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia,” kata tokoh adat, Abdul Karim Paputungan.
Sejalan dengan Visi Boltim
Bupati Oskar Manoppo menegaskan kembali bahwa pembangunan masjid adalah bagian yang tak terpisahkan dari visi besar pemerintah Kabupaten Boltim, yaitu mewujudkan daerah yang sejahtera, damai, dan diberkahi. Pembangunan keagamaan dipandang sebagai pondasi penting untuk menciptakan masyarakat yang tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga kuat dalam nilai spiritual dan moral.
“Jika iman dan moral masyarakat kuat, maka pembangunan di bidang apa pun akan lebih mudah kita wujudkan. Karena itu, masjid ini harus kita jadikan pusat kebaikan, pendidikan, dan solidaritas sosial,” tutup Bupati.
Penutup
Peletakan batu pertama Masjid Darul Ullum di Desa Bongkudai menjadi momentum berharga bagi seluruh masyarakat Kecamatan Modayag Barat. Kehadiran Bupati bersama jajaran pejabat daerah mempertegas bahwa pembangunan keagamaan adalah prioritas yang sejalan dengan pembangunan infrastruktur lainnya.
Dengan doa, kerja sama, dan semangat gotong royong, masyarakat Bongkudai optimis masjid yang mereka idamkan akan segera terwujud. Dan ketika masjid itu berdiri megah, ia akan menjadi saksi bisu bagaimana iman, persaudaraan, dan kebersamaan mampu melahirkan kekuatan besar bagi kemajuan Bolaang Mongondow Timur.(**/Red)












