Jalan Atoga–Mooat Mulai Diperbaiki, Bupati Oskar: “Kerja Nyata, Bukan Janji Kosong”

Jumat, 19 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tutuyan, CompasBMR.com – Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) akhirnya merealisasikan salah satu proyek infrastruktur yang paling dinanti masyarakat. Jalur Atoga–Mooat resmi masuk tahap perbaikan sejak akhir Agustus 2025, setelah sekian lama menjadi keluhan warga karena kondisi yang rusak parah dan rawan kecelakaan.

Bupati Boltim Oskar Manoppo menegaskan, pembangunan infrastruktur tetap menjadi prioritas utama pemerintahannya. Ia menekankan bahwa proyek ini bukan sekadar janji politik, melainkan bukti kerja nyata untuk meningkatkan aksesibilitas masyarakat.

“Perbaikan jalan Atoga sudah mulai berjalan, dan targetnya harus selesai tepat waktu. Masyarakat harus segera merasakan manfaatnya. Tapi saya imbau, pengendara tetap hati-hati karena pekerjaan masih berlangsung,” ujar Oskar, Jumat (19/9/2025), di Tutuyan.

Infrastruktur Sebagai Prioritas

Sejak awal masa jabatannya, Oskar Manoppo kerap menyampaikan bahwa pembangunan jalan merupakan salah satu kunci pemerataan ekonomi di Boltim. Dengan kondisi geografis yang didominasi pegunungan, akses jalan memadai menjadi syarat penting untuk kelancaran transportasi barang dan mobilitas warga.

Jalur Atoga–Mooat, yang menghubungkan wilayah pesisir dengan daerah dataran tinggi, dinilai sangat vital. Jalan ini bukan hanya dipakai masyarakat sekitar untuk aktivitas sehari-hari, tetapi juga berperan dalam distribusi hasil pertanian, khususnya hortikultura dari Mooat yang selama ini dikenal sebagai salah satu sentra produksi sayuran di Sulawesi Utara.

Baca Juga:  Perjuangan Bupati Boltim Oskar Manoppo Bangun Kampung Nelayan Terlaksana

“Kita semua tahu, jalan yang baik akan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Petani bisa lebih cepat membawa hasil panen ke pasar, biaya transportasi bisa ditekan, dan resiko kecelakaan juga berkurang,” kata Oskar.

Jawaban atas Kritik

Proyek ini juga sempat menjadi sorotan sejumlah media lokal dan pihak oposisi yang menilai pemerintah lambat menangani kerusakan jalan. Menanggapi hal itu, Bupati Oskar merespons santai namun tetap tegas.

“Saya sangat menghargai masukan dan kritik, tapi mari kita bicara pakai data yang valid. Kritik boleh, bahkan harus, tapi jangan asal lempar isu. Yang pasti, kami kerja, bukan sekadar janji,” tegasnya.

Menurutnya, proyek perbaikan jalan membutuhkan proses panjang, mulai dari perencanaan, penganggaran, hingga pelaksanaan. Ia berharap masyarakat dapat melihat progres nyata di lapangan daripada sekadar percaya pada opini yang tidak berdasar.

Detail Proyek

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) yang juga menjabat Asisten II Pemkab Boltim, Haris Pratama Sumanta, memberikan penjelasan teknis terkait proyek tersebut.

“Proyek ini resmi kontrak sejak 20 Agustus 2025 dengan nilai Rp1,3 miliar. Masa kerja lima bulan dan akan berakhir 7 Desember 2025. Sesuai arahan Bupati, standar kualitas dan keamanan wajib dijaga agar jalan ini benar-benar layak dilalui masyarakat,” ungkap Haris.

Baca Juga:  Penertiban Tambang Rakyat di Boltim Dinilai Butuh Solusi Nyata

Ia menambahkan, pengerjaan difokuskan pada titik-titik rawan seperti badan jalan yang ambles, permukaan yang berlubang, serta perbaikan drainase di sisi jalan agar tidak cepat rusak kembali saat musim hujan.

“Kalau cuaca mendukung, target selesai tepat waktu insya Allah bisa tercapai. Kami juga terus melakukan pengawasan agar kontraktor tidak asal-asalan dalam bekerja,” jelas Haris.

Harapan Masyarakat

Bagi masyarakat sekitar, dimulainya perbaikan jalan Atoga–Mooat membawa angin segar. Sejumlah warga menilai langkah ini patut diapresiasi setelah bertahun-tahun harus menghadapi kondisi jalan yang sulit dilalui.

“Sebelum diperbaiki, kalau hujan jalan jadi licin sekali, rawan longsor, bahkan sering ada motor tergelincir. Kami berharap setelah rampung nanti jalannya lebih bagus dan aman,” kata Syarif, warga Mooat.

Sementara itu, pedagang sayur di Atoga, Ibu Yati, mengatakan bahwa jalan mulus akan sangat membantu kelancaran usahanya. “Kalau panen tomat atau sayur, biasanya lama sampai pasar karena jalan rusak. Kadang ada barang yang busuk duluan. Kalau jalannya sudah bagus, tentu lebih cepat dan lebih hemat ongkos,” ujarnya.

Tantangan Pekerjaan

Meski proyek ini mendapat dukungan luas, sejumlah tantangan tetap mengintai. Kondisi cuaca yang tidak menentu di wilayah pegunungan bisa menghambat proses pengerjaan. Selain itu, mobilisasi material juga memerlukan perhitungan ekstra karena jalur sempit dan berliku.

Baca Juga:  Kapolres Boltim AKBP Golfried Hasiholan,SH  Pakpahan Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026

“Ini memang proyek dengan risiko tinggi. Tapi dengan pengalaman yang ada, kami optimistis bisa menyelesaikan sesuai jadwal,” kata Haris.

Pemerintah daerah juga meminta masyarakat sekitar untuk ikut menjaga keamanan di lokasi pekerjaan. Warga diimbau agar tidak mengganggu alat berat yang beroperasi, sekaligus tetap berhati-hati saat melintas.

Komitmen Berkelanjutan

Bupati Oskar menegaskan bahwa pembangunan jalan Atoga–Mooat hanyalah salah satu dari rangkaian program besar Pemkab Boltim dalam memperbaiki infrastruktur. Tahun-tahun mendatang, sejumlah ruas jalan lain juga akan masuk daftar prioritas perbaikan.

“Tidak bisa sekaligus, tapi bertahap. Kami ingin pembangunan merata, bukan hanya di pusat kabupaten. Yang jelas, pemerintah hadir untuk bekerja, bukan sekadar berjanji,” kata Oskar.

Dengan dimulainya proyek ini, Pemkab Boltim berupaya membuktikan komitmen bahwa pembangunan bukan sebatas wacana. Jalan yang baik diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang ekonomi, meningkatkan keselamatan warga, serta mempercepat pemerataan pembangunan di wilayah Bolaang Mongondow Timur.(**/Red)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Bupati Boltim Oskar Manoppo Hadiri Upacara HUT ke-81 TNI di Kotamobagu
OPPO-ARGO Hadiri Haul ke-20 Habib Abubakar di Desa Nuangan,Boltim
Pemkab Boltim Minta Program PPM KUD Nomontang Berdampak bagi Masyarakat
Penertiban Tambang Rakyat di Boltim Dinilai Butuh Solusi Nyata
Tak Pernah Jauh dari Demokrasi, Jamal Rahman Iroth Kembali ke KPU Boltim
Pemda Boltim Segera Bentuk Tim Penanganan  Lokasi PETI Mintu Atoga Boltim 
Forkopimda Boltim Bahas Berbagai Isu Strategis
Kapolres Boltim AKBP Golfried Hasiholan,SH  Pakpahan Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:52 WIB

Bupati Boltim Oskar Manoppo Hadiri Upacara HUT ke-81 TNI di Kotamobagu

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:38 WIB

OPPO-ARGO Hadiri Haul ke-20 Habib Abubakar di Desa Nuangan,Boltim

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 09:46 WIB

Pemkab Boltim Minta Program PPM KUD Nomontang Berdampak bagi Masyarakat

Jumat, 2 Oktober 2026 - 20:23 WIB

Penertiban Tambang Rakyat di Boltim Dinilai Butuh Solusi Nyata

Jumat, 2 Oktober 2026 - 08:14 WIB

Pemda Boltim Segera Bentuk Tim Penanganan  Lokasi PETI Mintu Atoga Boltim 

Berita Terbaru