Motongkad, CompasBMR.com — Kapolres Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara (Sulut), AKBP Golfried Hasiholan Pakpahan, S.H., M.H., menegaskan pihaknya akan menutup permanen lokasi pertambangan emas ilegal (PETI) Mintu di Atoga Motongkad Pernyataan itu disampaikan terkait keresahan warga Desa Motongkad Bersatu.
“Senin (6/7) saya akan tutup permanen aktivitas PETI Mintu di Atoga,”kata Kapolres saat dikonfirmasi media ini melalui WhatsApp, Minggu (5/7/2026).
Menurut AKBP Golfried, penutupan ini berdasarkan laporan masyarakat sekitar lingkar tambang yang mengeluhkan aktivitas tersebut. Ia mengatakan langkah itu diambil untuk meredam keresahan dan kemarahan warga.
Kapolres juga meminta pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta tokoh masyarakat untuk tidak turun ke lokasi menghentikan aktivitas sendiri.
“Biarkan Polres Boltim yang bertindak di lapangan untuk menghentikan penggunaan alat berat ekskavator dan memasang garis polisi agar nanti tidak terjadi hal-hal yang merugikan masyarakat,”ujarnya.
Kondisi hutan di hulu Sungai Dogan, lokasi pertambangan ilegal (PETI) Mintu di Atoga Motongkad, disebut sangat memprihatinkan. Penggunaan alat berat oleh oknum yang tidak bertanggung jawab diduga merusak lingkungan sekitar dan mengancam keselamatan warga di hilir.
Aktivitas tambang juga memicu kecaman publik.
Unggahan warganet di Facebook dari akun “Papa Kembar” menulis, “Rakyat Motongkad menunggu tindakan pemerintah soal Mintu. Bukan menunggu bantuan dari pemerintah korban Mintu.” Akun lain memperingatkan bahwa pembelaan terhadap kepentingan ekonomi tidak boleh mengabaikan keselamatan warga.
Sementara itu, Camat Motongkad Iskandar Dg. Mangawi mengatakan pihak kecamatan akan menggelar rapat bersama pemerintah desa pada Senin (6/7) untuk membahas langkah penanganan.
“Nanti kami bahas masalah ini dengan Pemerintah Desa untuk mengambil kesimpulan tindakan apa yang akan dilakukan,”tegasnya.
Camat Iskandar menambahkan setelah rapat pihaknya akan turun ke lapangan untuk memastikan kondisi terkini.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan dari pengelola tambang Mintu maupun pernyataan resmi dari Pemerintah Desa Motongkad Bersatu. Tim Polres Boltim menyatakan akan melakukan tindakan di lapangan hari ini. (**/Red)












