BOLTIM, CompasBMR.com – Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) menggelar Rapat Tim Kewaspadaan Dini Daerah (TKDD) guna memperkuat sinergi lintas lembaga dalam mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-17 Boltim.
Rapat berlangsung di ruang kerja Wakil Bupati Boltim, Rabu (16/7/2025), dan dipimpin oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Hendra Tangel, S.H., mewakili Bupati Oskar Manoppo.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Keputusan Bupati Nomor 119 Tahun 2025 tentang Pembentukan Tim Kewaspadaan Dini Pemerintah Daerah. Tujuannya adalah memperkuat sistem deteksi dan respons dini terhadap potensi konflik sosial serta menjaga stabilitas daerah.
“Isu-isu seperti premanisme, keberadaan ormas ilegal, hingga aktivitas warga negara asing yang tidak tercatat perlu menjadi perhatian serius. Koordinasi yang kuat antarinstansi adalah kunci,” ujar Hendra Tangel dalam arahannya.
Sejumlah pejabat dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turut hadir dalam rapat ini, antara lain Kepala Badan Kesbangpol, Kepala Dinas Satpol PP, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, serta perwakilan dari Polres Boltim, Kodim 1303 Bolmong, Kejaksaan Negeri Kotamobagu, Imigrasi Kotamobagu, hingga unsur intelijen dari BIN dan Torwil Intel Kodam XIII/Merdeka.
Selain membahas situasi keamanan secara umum, rapat juga fokus pada persiapan pengamanan menyambut HUT ke-17 Kabupaten Bolaang Mongondow Timur yang akan diperingati pada 21 Juli mendatang.
Kegiatan ini menjadi wadah konsolidasi strategis bagi seluruh elemen intelijen dan keamanan di daerah untuk memperkuat sinergi serta membangun pemahaman bersama dalam menghadapi potensi ancaman.
“Melalui forum ini, diharapkan seluruh unsur dapat lebih responsif dan cepat dalam mengambil langkah pencegahan terhadap berbagai dinamika sosial yang berkembang,” kata Tangel.
Pemerintah Kabupaten Boltim menegaskan komitmennya untuk terus menciptakan suasana aman dan kondusif, baik menjelang peringatan hari jadi daerah maupun dalam pembangunan jangka panjang yang berkelanjutan. (**/Red)












