Tutuyan, CompasBMR.com — Tiga mahasiswa Program Studi Kedokteran penerima beasiswa Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur secara resmi menandatangani Surat Pernyataan Kesediaan dan Pengabdian pada Jumat (17/7/2026) di Kantor Bupati Tutuyan.
Penandatanganan ini menegaskan komitmen para penerima beasiswa untuk kembali mengabdi di daerah setelah menyelesaikan pendidikan dan lulus uji kompetensi.

Prosesi penandatanganan disaksikan langsung oleh Bupati Bolaang Mongondow Timur, Oskar Manoppo, Sekretaris Daerah, M. Iksan Pangalima serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur.
Dalam dokumen tersebut, para mahasiswa juga menyatakan kesanggupan mempertahankan prestasi akademik pada setiap semester selama menempuh studi di Program Studi Kedokteran Universitas Negeri Manado.
Bupati Oskar Manoppo menegaskan bahwa program beasiswa kedokteran merupakan investasi jangka panjang pemerintah daerah untuk menyiapkan sumber daya manusia berkualitas sekaligus memenuhi kebutuhan tenaga dokter di Boltim.
“Beasiswa ini bukan hanya bentuk dukungan pemerintah terhadap pendidikan putra-putri daerah, tetapi juga merupakan investasi bagi masa depan pelayanan kesehatan di Bolaang Mongondow Timur. Karena itu, kami berharap para penerima beasiswa belajar dengan sungguh-sungguh, menjaga prestasi, dan setelah lulus kembali mengabdikan ilmu yang dimiliki untuk melayani masyarakat Boltim,”kata Oskar.
Bupati menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten berkomitmen membuka peluang bagi putra-putri daerah berprestasi melalui berbagai program beasiswa, khususnya pada bidang strategis yang dibutuhkan daerah.
Program beasiswa kedokteran diharapkan melahirkan dokter-dokter muda yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur.
Pernyataan kesediaan pengabdian ini menjadi bagian dari upaya terpadu pemerintah daerah untuk menjawab kekurangan tenaga medis dan memperkuat layanan kesehatan desa dan puskesmas.
Dengan adanya jaminan pengabdian dari penerima beasiswa, pemerintah daerah berharap distribusi tenaga dokter ke wilayah-wilayah terpencil dapat lebih terencana dan berkelanjutan.
Selain aspek pengabdian, pihak pemerintah daerah terus mengupayakan pembinaan dan dukungan bagi mahasiswa berprestasi, termasuk monitoring akademik berkala dan fasilitasi akses pendidikan tinggi.
Langkah ini sejalan dengan target peningkatan cakupan layanan kesehatan dan pemerataan akses medis bagi seluruh warga Boltim.
Penandatanganan surat pernyataan ini menandai tahap awal dari pelaksanaan program beasiswa kedokteran yang menggabungkan dukungan pendidikan dan komitmen pengabdian bagi manfaat jangka panjang masyarakat Kabupaten Bolaang Mongondow Timur.(*/Red)












