Manado, CompasBMR.com — Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) memperkuat koordinasi lintas sektor untuk memastikan kelancaran proyek strategis nasional eksplorasi panas bumi di Kecamatan Mooat. Pernyataan itu disampaikan Bupati Boltim Oskar Manoppo, SE, MM, saat menggelar audiensi dengan Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Utara dan perwakilan PT Pertamina Geothermal Energy (PGE), Jumat (26/6/2026).
Audiensi tersebut merupakan kelanjutan dari koordinasi yang sebelumnya dijalankan Wakil Bupati bersama Sekretaris Daerah Provinsi. Pertemuan bertujuan menyelaraskan tahapan eksplorasi dengan regulasi yang berlaku sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah kabupaten, provinsi, dan pihak perusahaan.
Bupati Oskar menekankan bahwa seluruh fase pengembangan energi panas bumi harus dijalankan dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas.
“Kami berkomitmen agar setiap tahapan pengembangan potensi panas bumi dilaksanakan secara transparan, akuntabel, dan selaras dengan arah pembangunan daerah,”ujarnya.
Ia menambahkan, pembangunan harus tetap mengedepankan kepentingan masyarakat serta menjaga kelestarian lingkungan.
Potensi panas bumi di Kecamatan Mooat dinilai sebagai aset strategis yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Selain berkontribusi pada ketahanan energi nasional, pengembangan proyek ini diharapkan menjadi penggerak ekonomi daerah dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat setempat.
Bupati Oskar optimistis kolaborasi intensif antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan PT Pertamina Geothermal Energy akan menghasilkan dampak positif yang signifikan.
“Melalui kolaborasi yang solid antar seluruh pemangku kepentingan, saya optimistis potensi panas bumi di Mooat dapat dikembangkan secara bertanggung jawab dan berkelanjutan sehingga menghadirkan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat Bolaang Mongondow Timur,”kata dia.
Dengan langkah koordinasi ini, Boltim menegaskan dukungan terhadap upaya transisi energi bersih di Indonesia melalui pendampingan dan pengawasan terhadap kegiatan eksplorasi yang dilakukan PGE.(**/Red)












