Boltim, COMPASBMR.COM – Kondisi jalan menuju lokasi transmigrasi Balukut Desa Motongkad Utara, Kecamatan Motongkad, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Provinsi Sulawesi Utara, kini sangat memprihatikan.

Pasalnya, sejak dibuat tahun 2012 hingga saat ini belum sama sekali tersentuh oleh aspal atau tak kunjung mendapat perhatian dari Dinas pekerjaan umum pemerintah daerah setempat.
Padahal penyerahan aset sudah dilakukan sejak tahun 2019 lalu oleh pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.
Masyarakat pun yang mendiami wilayah tersebut kini satu persatu mulai meninggalkan rumah mereka di sana (Transmigrasi Balukut), akibat akses jalan yang sulit dilalui oleh masyarakat.
“Sudah lama kami tidak menetap di transmigrasi Balukut karena jalan sulit dilalui,”kata sejumlah warga, Kamis (27/10/22).
Menurut warga, pihaknya saat ini hanya sewaktu – waktu pergi ke lokasi transmigrasi, karena pergi melihat tanaman di kebun.
“Kalau tinggal sudah tidak lagi, apalagi saat ini anak- anak kami sekolahnya di kampung. Kalau akses jalan bagus mungkin kita bisa menetap,”ujarnya.
Meskipun hal ini sudah beberapa kali diusulkan ke pemerintah daerah melalui Dinas terkait namun hingga kini belum ada tindaklanjut.
“Hampir setiap tahun diusulkan tapi belum ada tindaklanjut,”terang warga.
Pihaknya pun sangat berharap akses jalan menuju lokasi transmigrasi Balukut secepatnya di aspal agar mempermudah aktivitas masyarakat,
“Kendala kami hanya jalan saja jadi kami berharap pemerintah daerah Boltim atau Dinas terkait tidak menutup mata soal ini,”tandas warga.
Warga juga meminta Bupati Sam Sachrul Mamonto untuk turun tangan mengatasi masalah ini dengan menemui Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey agar masalah ini cepat terselesaikan.
“Mungkin dengan Pak Bupati menemui Pak Gubernur Olly Dondokambey, pengaspalan jalan Transmigrasi Balukut bisa segera dilakukan tahun depan,”harap warga.
Sebelumnya Kepala Dinas Pekerjaan Umum Boltim, Haris Pratama Sumanta mengatakan pihaknya kesulitan menganggarkan jalan tersebut karena belum sepenuhnya aset diserahkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.
“Memang sejak 2019 sudah diserahkan tapi hanya diserahkan begitu saja tampak ada surat-surat lengkap kayak sertifikat dari Disnakertrans Provinsi Sulut,”pungkasnya.
Dia pun berharap pemerintah provinsi segera menyerahkan surat surat tanah lokasi tersebut agar pemerintah Boltim tahun depan bisa menganggarkannya,
“Bila surat surat tanah atau sertifikat sudah di kami sejak lalu pasti kini pembuatan jalan sudah dilakukan,”tambahnya. (ik).












