Ini Pemicu Penganiayaan Sejumlah Pemuda di Desa Iyok

Selasa, 10 Mei 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOLTIM,CompasBMR.com–Pemicu aksi penganiayaan dilakukan oleh puluhan pemuda remaja asal Nuangan ke sejumlah remaja asal Motongkad, sabtu 7 Mei lalu disinyalir  unsur balas dendam.

Cinta Damopolii (14) warga Motongkad saat ditemui sejumlah awak media online pada Selasa 10 Mei 2022 dirumah pamanya yakni Burhan Mamonto di Motongkad Tengah siang tadi menjelaskan awal kejadian saat dirinya hendak diikuti dua orang pemuda dari Nuangan,

“Saya ditanyai dua orang ini mana fatan ? lalu kita jawab nda tau,”kata Cinta

Siswi SMP 2 Nuangan di Motongkad itu menerangkan tak lama ditanyai dua orang itu tiba tiba saja puluhan pemuda remaja datang menghampiri lalu melakukan aksi pemukulan kepada kawan kawannya dan juga dirinya,

“Kejadian begitu cepat, saya dipukul lalu jatuh ke pasir dan diinjak puluhan pemuda remaja Nuangan sampai makan pasir,”Aku Cinta.

Kejadian tersebut di pantai Iyok sekitar pukul 17.00 WITA,usai ia dan teman temannya balik dari lokasi Batu buaya.

Ia menilai aksi ini dipicu karena kejadian serupa juga terjadi di Motongkad beberapa hari lalu, dimana remaja asal Nuangan diduga dianiaya pemuda remaja asal Motongkad,

Baca Juga:  Forkopimda Boltim Bahas Berbagai Isu Strategis

“Mungkin ini faktor balas dendam,”sebutnya.

Hal itu juga terlihat dalam rekaman video amatir direkam oleh Leoni Mamonto salah satu teman korban penganiayaan, dimana salah satu pelaku pemukulan yang menyampaikan kita kurang ba balas.

Terlepas itu semua cinta menyayangkan aksi tersebut, seharusnya yang mereka cari itu pelaku penganiayaan terhadap pemuda Nuangan, bukan sembarangan memukul orang yang tak tahu menahu akar persoalan.

Pelaku yang aniaya dirinya bersama Fatan Mamonto (13) dan Fajar Mamonto (13) sekitar 20 orang.

Tapi menurut Cinta Damopolii (14) yang aniaya dirinya sekitar 4 orang tapi yang ia kenal hanya IM dan FK, secara kebetulan juga kenal melalui facebook, karena kita berteman.

Akibat dari aksi penganiayaan itu Cinta Damopolii (14) mengalami sakit pada bagian lengan kiri dan tubuh bagian belakang yang hingga kini masih ia rasakan.

Ditempat yang sama Fajar Mamonto (14) salah satu korban juga mengaku, yang menganiaya dirinya sekitar 8 orang, tapi hanya dua orang ia kenal yakni FM dan RK, lainnya tak ia ketahui.

Baca Juga:  Kembali Resahkan Warga, Mabes Polri Diminta Turun Lapangan Tindak Dugaan Aktivitas Tambang Ilegal Mintu Atoga Boltim 

“Cuma FM dan RK yang kita tau,”sebutnya.

Leoni Mamonto (20) selaku kakak dari Fajar Mamonto (13) dan sepupu Cinta Damopolii (14) berkata saat kejadian ia beserta teman lain seperti Nita Ginoga (19), Sifa Mokoginta (19), Cito Gansi (19), Fendi Djarangkala (21), Abdul Kholik Manoppo (15) melihat langsung penganiayaan tersebut.

Atas kejadian tersebut orang tua Fajar Mamonto (13), dalam hal ini Burhan Mamonto, paman dari Cinta Damopolii (14) tak serta merta melaporkan kejadian tersebut ke polisi dengan berbagai alasan sebagai bahan pertimbangan.

“Pasti saya akan berhadapan dengan banyak para orang tua dari pelaku penganiayaan. Ini juga kan sudah dilapor oleh orang tua Fatan Mamonto yakni Pak Babo beberapa hari lalu ke Polres Boltim, dan pasti sedang berproses,”ungkapnya.

Sebelum itu Iswandi Mamonto orang tua dari Fatan Mamonto (13) meminta pihak Polres Boltim untuk secepatnya menahan para pelaku pemukulan anaknya,

Baca Juga:  Pemda Boltim Segera Bentuk Tim Penanganan  Lokasi PETI Mintu Atoga Boltim 

“Saya harap para pelaku segera ditangkap karna saat ini masih berkeliaran,”ucapnya

Soal anaknya yang disebut sebut sejumlah pemuda Nuangan sebagai salah satu pelaku pemukulan di Motongkad waktu lalu, dirinya mengklaim taklah benar, sebab saat kejadian saat itu dirinya kebetulan yang memisahkan para pemuda remaja yang bertikai,

“Tak benar bila anak saya salah satu pelaku pemukulan sebab saat kejadian Fatan Mamonto tak ada dilokasi. Itu fakta karena remaja yang dipukul itu saya sempat lindungi dan saya suru bubar mereka,”bebernya.

Sebelumnya juga Kapolres Boltim,AKBP I Dewa Nyoman Agung Surya Negara mengatakan kasus tersebut sedang dalam proses pencarian pelaku bersama Polsek Nuangan.

“Saat ini kita lagi cari pelaku penganiayaan,”singkatnya.

Sementara itu UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak, Ibu Wenda Arif kepada wartawan mengaku belum mengetahui kejadian tersebut alasannya karena pihaknya tak ada personil,

“Hanya saya personil UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak,”singkatnya.

Red.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Putra-Putri Literasi Boltim Raih Dua Prestasi di Tingkat Provinsi
Bupati Boltim Oskar Manoppo Hadiri Upacara HUT ke-81 TNI di Kotamobagu
OPPO-ARGO Hadiri Haul ke-20 Habib Abubakar di Desa Nuangan,Boltim
UPTD KPH Perkuat Pengawasan HPT Mintu Boltim
Pemkab Boltim Minta Program PPM KUD Nomontang Berdampak bagi Masyarakat
Penertiban Tambang Rakyat di Boltim Dinilai Butuh Solusi Nyata
Tak Pernah Jauh dari Demokrasi, Jamal Rahman Iroth Kembali ke KPU Boltim
Pemda Boltim Segera Bentuk Tim Penanganan  Lokasi PETI Mintu Atoga Boltim 

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 07:40 WIB

Putra-Putri Literasi Boltim Raih Dua Prestasi di Tingkat Provinsi

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:52 WIB

Bupati Boltim Oskar Manoppo Hadiri Upacara HUT ke-81 TNI di Kotamobagu

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:38 WIB

OPPO-ARGO Hadiri Haul ke-20 Habib Abubakar di Desa Nuangan,Boltim

Senin, 5 Oktober 2026 - 00:16 WIB

UPTD KPH Perkuat Pengawasan HPT Mintu Boltim

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 09:46 WIB

Pemkab Boltim Minta Program PPM KUD Nomontang Berdampak bagi Masyarakat

Berita Terbaru

Boltim

UPTD KPH Perkuat Pengawasan HPT Mintu Boltim

Senin, 5 Okt 2026 - 00:16 WIB