Petaka Saat Menebang Pohon,Kawanan Tawon Hitam Serang Kakek 71 Tahun Hingga Meninggal Dunia

Minggu, 28 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Boltim, CompasBMR.com – Peristiwa nahas menimpa dua warga saat membersihkan lahan perkebunan di Desa Idumun, Kecamatan Nuangan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sabtu (27/9/2025). Kawanan tawon hitam mendadak menyerang ketika korban tengah menebang pohon, mengakibatkan seorang warga tewas dan seorang lainnya selamat meski mengalami luka sengatan.

Korban meninggal dunia diketahui bernama Mursalih Simbala (71), warga Desa Liberia Timur, Kecamatan Modayag. Sementara itu, Suhadi Mokoagow, warga Idumun yang turut berada di lokasi, berhasil menyelamatkan diri meski mengalami luka sengatan pada lengan kanan dan punggung.

Kronologi Kejadian

Menurut keterangan Suhadi, peristiwa bermula saat ia bersama korban tengah membuka lahan baru di wilayah perkebunan Idumun. Keduanya bekerja dengan jarak sekitar 30 meter. Mursalih kala itu sedang menebang sebuah pohon berukuran sedang.

“Dia (korban) sedang menebang pohon. Begitu tumbang, saya lihat dia langsung lari. Saya masih bingung kenapa dia lari. Lalu dia sempat bilang, ‘aduh apa ini yang menggigit’,” tutur Suhadi saat ditemui wartawan.

Tidak berselang lama, kawanan tawon yang keluar dari pohon tersebut ikut menyerang Suhadi.
“Tiba-tiba saya juga kena. Saya langsung lari karena tawon sudah mengejar,” katanya.

Untuk menghindari serangan, Suhadi berlari zig-zag hingga terpisah dari rekannya.
“Kami lari terpisah. Dia (korban) ke arah bawah, sementara saya ke arah atas. Saya sengaja tidak lari lurus, karena pada situasi seperti itu kalau lari lurus bisa terus dikejar,” jelasnya.

Baca Juga:  Penertiban Tambang Rakyat di Boltim Dinilai Butuh Solusi Nyata

Sayangnya, upaya Mursalih untuk menyelamatkan diri tidak berhasil. Warga yang datang ke lokasi kemudian menemukan tubuhnya sudah tergeletak tak bernyawa dengan sisa-sisa tawon hitam masih menempel.

Kondisi Korban

Korban langsung dievakuasi ke Puskesmas Nuangan untuk pemeriksaan medis. Petugas kesehatan, Lisda Ghani, membenarkan bahwa terdapat banyak bekas sengatan di tubuh korban.
“Hasil pemeriksaan luar (visum), ditemukan bekas sengatan lebah di kepala, tangan, badan, paha, dan kaki. Saat dilakukan pemeriksaan, korban sudah kaku, positif meninggal dunia,” ujar Lisda.

Sementara itu, Suhadi yang selamat mendapat perawatan medis akibat sengatan di lengan dan punggung. Ia kini dalam kondisi stabil.

Warga Diminta Waspada

Peristiwa ini membuat warga sekitar geger sekaligus waspada. Kawanan tawon hitam dikenal agresif ketika merasa terganggu, apalagi jika sarangnya terancam. Sengatannya bukan hanya menimbulkan rasa sakit, tetapi juga bisa memicu reaksi berbahaya bagi kesehatan, terutama pada lansia atau orang dengan riwayat penyakit tertentu.

Kepala Desa Idumun, saat dikonfirmasi, mengimbau warga agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di area perkebunan.
“Musim-musim sekarang banyak sarang tawon di pohon maupun semak belukar. Kami minta masyarakat selalu waspada, jangan bekerja sendirian, dan segera menjauh jika menemukan tanda-tanda adanya kawanan tawon,” ujarnya.

Baca Juga:  Warga Lingkar Tambang Masih Waswas, Limba Tambang Belum Final,LBI Tolak Keberadaan PT ASA

Tawon Hitam dan Bahayanya

Menurut informasi dari sejumlah warga, tawon hitam yang menyerang merupakan jenis serangga yang sering bersarang di batang pohon besar maupun di sela semak belukar. Serangan biasanya terjadi secara massal begitu sarang mereka terganggu.

Sengatan tawon hitam dapat menyebabkan pembengkakan, sesak napas, hingga syok anafilaksis pada sebagian orang. Kasus kematian akibat serangan serangga jenis ini memang jarang terjadi, namun tetap berisiko terutama bila korban diserang dalam jumlah banyak.

Petugas kesehatan menyarankan warga untuk segera mencari pertolongan medis bila terkena sengatan. “Jangan dianggap sepele. Kalau sengatan banyak dan menimbulkan gejala sesak atau pusing, segera dibawa ke fasilitas kesehatan,” tegas Lisda.

Reaksi Masyarakat

Kabar duka ini cepat menyebar di kalangan warga Modayag dan Nuangan. Banyak yang tidak menyangka aktivitas rutin di kebun bisa berakhir tragis.
“Kami kaget sekali, karena Pak Mursalih dikenal sebagai sosok yang rajin dan sering ke kebun. Tidak ada yang menyangka beliau pergi dengan cara seperti ini,” ungkap seorang kerabat korban.

Baca Juga:  Kembali Resahkan Warga, Mabes Polri Diminta Turun Lapangan Tindak Dugaan Aktivitas Tambang Ilegal Mintu Atoga Boltim 

Pihak keluarga kini tengah berduka dan menyiapkan pemakaman almarhum di kampung halamannya di Liberia Timur, Modayag.

Upaya Pencegahan

Sejumlah tokoh masyarakat menyarankan agar sebelum membuka lahan baru, warga melakukan pemeriksaan lingkungan secara menyeluruh. Bila menemukan sarang tawon atau lebah, sebaiknya meminta bantuan pihak berwenang atau warga berpengalaman untuk menanganinya.

Selain itu, warga diimbau tidak menebang pohon besar secara sembarangan tanpa memperhatikan kemungkinan adanya sarang serangga berbahaya. “Keselamatan harus jadi prioritas. Jangan sampai kejadian ini terulang kembali,” ujar salah satu tokoh adat Idumun.

Penutup

Tragedi di perkebunan Idumun menjadi pengingat bagi masyarakat bahwa bahaya tidak selalu datang dari hewan besar, tetapi juga dari serangga kecil seperti tawon. Kewaspadaan dan langkah pencegahan menjadi kunci agar peristiwa serupa tidak kembali memakan korban jiwa.

Kini, warga Boltim berharap pihak pemerintah desa bersama instansi terkait dapat melakukan sosialisasi mengenai bahaya sengatan tawon serta langkah-langkah darurat yang perlu dilakukan jika insiden terjadi.

Peristiwa duka ini sekaligus menjadi pelajaran berharga bahwa aktivitas sehari-hari di perkebunan harus selalu disertai kewaspadaan, demi keselamatan bersama.(**/Red)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Warga Lingkar Tambang Masih Waswas, Limba Tambang Belum Final,LBI Tolak Keberadaan PT ASA
Penertiban Tambang Rakyat di Boltim Dinilai Butuh Solusi Nyata
Kembali Resahkan Warga, Mabes Polri Diminta Turun Lapangan Tindak Dugaan Aktivitas Tambang Ilegal Mintu Atoga Boltim 
PMI Boltim dan Pemda Boltim Sinergi Salurkan Air Bersih ke Desa Dodap Saat Musim Kemarau
Rosita Lepas Dukungan untuk Arjuna dan Giselle, Wakili Boltim di Grand Final Nyong-Noni Sulut
Pemda Boltim Tepis Issue Video Damkar di Motongkad, Sebut Mobil Sedang Antre Isi Air
Bupati Oskar Manoppo Turun Tangan, Pemkab Boltim Hentikan Sementara Aktivitas Tambang di Permukiman Desa Lanut
Stok Beras Saat Musim Kemarau Kabupaten Boltim Masih Aman

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:49 WIB

Warga Lingkar Tambang Masih Waswas, Limba Tambang Belum Final,LBI Tolak Keberadaan PT ASA

Jumat, 2 Oktober 2026 - 20:23 WIB

Penertiban Tambang Rakyat di Boltim Dinilai Butuh Solusi Nyata

Rabu, 30 September 2026 - 11:36 WIB

Kembali Resahkan Warga, Mabes Polri Diminta Turun Lapangan Tindak Dugaan Aktivitas Tambang Ilegal Mintu Atoga Boltim 

Senin, 21 September 2026 - 18:23 WIB

PMI Boltim dan Pemda Boltim Sinergi Salurkan Air Bersih ke Desa Dodap Saat Musim Kemarau

Jumat, 18 September 2026 - 20:15 WIB

Rosita Lepas Dukungan untuk Arjuna dan Giselle, Wakili Boltim di Grand Final Nyong-Noni Sulut

Berita Terbaru